B. Indonesia

Pertanyaan

contoh kalimat generalisasi,spesialisasi,ameliorasi,peyorasi,sinestesia,asosiasi

2 Jawaban

  • sinestesia : suaramu terdengar kasar saat berada di panggung tadi
  • 1. “Buta” menjadi “Tunanetra”

    Kata “buta” dalam KBBI diartikan sebagai ketidakmampuan panca indera mata untuk melihat. Kata ini dianggap kurang sopan bila diucapkan atau ditujukan kepada seseorang. Contoh dalam kalimat :

    Meskipun kini telah menjadi buta, Andi tetap bersikeras menyelesaikan pendidikannya di Universitas A.

    Penggunaan kata “buta” terdengar sedikit lebih kasar atau kurang sopan. Namun, setelah mengalami ameliorasi, kata “buta” diubah menjadi “tunanetra”. Kata ini memberikan kesan lebih sopan dibandingkan dengan kata sebelumnya. Perubahan kalimat menggunakan ameliorasi menjadi:

    Meskipun kini telah menjadi tunanetra, Andi tetap bersikeras menyelesaikan pendidikannya di Universitas A.

    2. “Bui” menjadi “Lembaga Pemasyarakatan”

    Kata “bui” dalam KBBI diartikan sebagai penjara. Kata ini memiliki kesan negatif jika diucapkan. Setelah mengalami ameliorasi, kata “bui” diubah menjadi “lembaga pemasyarakatan”. Kata ini memiliki kesan yang lebih halus, yaitu tempat pembinaan bagi para tahanan. Jika diterapkan dalam kalimat, contohnya sebagai berikut :

    Setelah keluar dari bui, emosinya tidak lagi meledak-ledak seperti dulu.Setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan, emosinya tidak lagi meledak-ledak seperti dulu.

    3. “Gelandangan” menjadi “Tunawisma”

    Kata “gelandangan” biasa ditujukan bagi seseorang yang memiliki masalah kesejahteraan sosial khususnya dalam hal memiliki tempat tinggal. Setelah mengalami ameliorasi, kata “gelandangan” diubah menjadi “tunawisma”. Kata ini memiliki kesan yang lebih halus dibandingkan dengan gelandangan. Contohnya dalam kalimat:

    Sejak penggusuran itu, banyak gelandangan yang tidur di trotoar jalan dan bantaran sungai.Sejak penggusuran itu, banyak tunawisma yang tidur di trotoar jalan dan bantaran sungai.

    4. “Bini” menjadi “Isteri”

    Kata “bini” diartikan sebagai perempuan yang dinikahi. Setelah mengalami ameliorasi, kata “bini” diubah menjadi “isteri” yang memiliki makna yang sama namun terkesan lebih sopan. Contohnya dalam kalimat:

    Bini si Kardun ingin mengikuti pelatihan di Kota Jakarta.Isteri si Kardun ingin mengikuti pelatihan di Kota Jakarta.

    5. “Beranak” menjadi “Melahirkan”

    Kata “beranak” memiliki kesan yang kurang sopan jika ditujukan bagi wanita. Setelah mengalami ameliorasi, kata “beranak” diubah menjadi “melahirkan”. Contoh dalam kalimat:

    Astri baru saja beranak seorang putri yang cantik dan sehat.Astri baru saja melahirkan seorang putri yang cantik dan sehat.Contoh Kalimat Peyorasi

    Berbeda dari ameliorasi, makna peyorasi justru membuat suatu kata berubah menjadi lebih buruk atau memiliki kedudukan arti yang lebih rendah dibanding kata sebelumnya. Sama halnya dengan ameliorasi, perubahan makna dalam peyorasi juga ikut mengubah bentuk katanya. Beberapa contoh kalimat peyorasi antara lain:

    1. “Kawanan” menjadi “Gerombolan”

    Kata “gerombolan” merupakan bentuk perubahan makna peyorasi dari kata “kawanan”. Kata ini memiliki kesan lebih negatif dibandingkan kata asalnya. Biasanya kata ini juga ditujukan pada orang atau sekelompok orang yang melakukan tindakan negatif pula. Contoh dalam kalimat:

    Polisi berhasil menangkap kawanan pencuri yang biasa beraksi di kawasan perumahan elit itu.Polisi berhasil menangkap gerombolan pencuri yang biasa beraksi di kawasan perumahan elit itu.

Pertanyaan Lainnya