B. Indonesia

Pertanyaan

Tuliskan jenis-jenis puisi lama

1 Jawaban

  • Syair berasal dari Arab. Ciri khas dari syair adalah terdiri atas empat baris dalam satu bait dengan sajak a-a-a-a. Syair biasanya berisi tentang suatu cerita dengan nasihat di dalamnya.

    Contoh:

    Syair Nasehat
    Dengarkanlah wahai kawan sejati,
    Syair sederhana dari lubuk hati,
    Tentang hidup dunia fana ini,
    Tentang kerikil yang kena dihadapi,
    Hidup sementara hanyalah untuk beribadat,
    Bukan mengumpat bukan maksiat,
    Janganlah terbuai godaan syahwat,
    Hingga ibadah kena terlewat,
    Janganlah lalai akan sholat,
    Janganlah kikir akan zakat,
    Kenalah kita perbanyak sholawat,
    Guna bekal kelak di akhirat,
    Tuhan tak pernah lupa,
    Tuhan pun tak pernah memalingkan kita,
    Sebab Tuhan selalu bersama kita,
    Tapi kita selalu lupa pada-Nya,
    Kemanakah kita di waktu bahagia,
    Memilih sesama meluapkan suka,
    Kemanakah kita di kala lara,
    Teringat Tuhan mengeluh duka,
    Cobalah tuk selalu ingat pada Illahi,
    Berdoa dan berserah diri,
    Baik suka duka dalam diri,
    Ya Allah ya Tuhan kami,
    Seringkanlah kita memohon ampun,
    Agar jiwa laksana embun,
    Janganlah sampai nanti tertegun,
    Saat nyawa lepas dari ubun-ubun,
    Syair Pendidikan
    Wahai engkau para pemuda,
    Engkaulah pewaris bangsa,
    Giatlah belajar sepanjang masa,
    Untuk membangun bangsa negara,
    Ilmu bukanlah untuk harta semata,
    Ilmu tak akan lekang oleh usia,
    Sebab ilmu akan membuatmu terjaga,
    Dan ilmu akan membuatmu dewasa,
    Belajarlah tanpa malas,
    Hormatilah semua penghuni kelas,
    Masa depan perlu kerja keras,
    Kalau perlu energi terkuras,
    Hormatilah para guru,
    Pandanglah sebagai orang tuamu,
    Ilmu senantiasa akan masuk dalam kalbu,
    Bersama berkah untuk jiwamu.

    2. Pantun

    Pantun dikenal luas oleh masyarakat. Sampai sekarang pun pantun masih sering digunakan, baik dalam upacara adat atau untuk komunikasi. Acara pernikahan dalam adat Betawi masih melestarikan budaya berpantun di dalamnya. Ciri khas dari pantun adalah:

    bersajak a-b-a-b,
    1 bait terdiri dari 4 baris,
    setiap 1 baris dapat terdiri dari 8 – 12 suku kata,
    2 baris awal merupakan sampiran dan 2 baris berikutnya adalah isi.
    Berdasarkan isinya, pantun terdiri atas pantun anak, pantun muda/i, pantun nasehat, pantun teka-teki, dan pantun jenaka. (Baca juga: jenis jenis pantun, ciri ciri pantun)

    Contoh:

    Pantun nasehat
    Ke Jakarta mampir Tegal
    Bersama kasih bersenang-senang
    Janganlah sampai kita menyesal
    Ingat hidup tak sembahyang
    Lihat gelembung meletup-letup
    Kalau pecah jadi melekat
    Perbanyaklah ilmu saat kau hidup
    Untuk bekal kau di akhirat
    Pantun jenaka
    Waktu kecil minumnya milo
    Hingga besar masih ketagihan
    Beginilah nasib menjadi jomblo
    Ke kondangan tak ada gandengan
    Begini pula namanya cinta
    Hati selalu berbunga-bunga
    Kalau sudah mengingat nona
    Senyum sendiri macam orang gila
    Pantun teka-teki
    Buah lemon buah pepaya
    Tapi membeli buah durian
    Cobalah terka wahai saudara
    Makin diisi kok makin ringan (jawab: balon)
    Masuk ke hutan mencari lontar
    Tapi memilih mengambil rotan
    Kalaulah saudara memang pintar
    Binatang apa lebar kepala dari badan (jawab: ikan pari)
    3. Seloka

    Seloka adalah jenis puisi Melayu. Nama lain seloka adalah pantun berkait, hal ini karena terdiri lebih dari satu bait yang masih terkait. Seloka berisi tentang sindiran, ejekan, atau senda gurau yang dinyatakan dalam suatu perumpamaan. Ciri pada seloka adalah bait kedua dan keempat pada bait pertama dipakai pada baris pertama dan ketiga pada bait selanjutnya. Ciri khas ini ada pada setiap bait.
    Contoh :

    Jalan-jalan ke kota batik
    Naik motor milik si Aan
    Jikalau engkau berkendara dengan baik
    Supaya selamat sampai tujuan
    Naik motor milik si Aan
    Siang-siang kena panas
    Supaya selamat sampat tujuan
    Taatilah lalu lintas
    Siang-siang kena panas
    Pakai payung tutup kepala
    Taatilah lalu lintas
    Agar berkah bagi semua

    4. Gurindam

    Puisi lama jenis gurindam berisi tentang suatu nasihat, dengan aturan setiap bait terdiri dari 2 baris dan bersajak a-a. Puisi ini berasal dari Tamil (India).

    Contoh:

    Ketika muda malas sembahyang
    Masa tua bisa terguncang
    Siapa tidak hormat orang tua
    Akan jauh dari bau

Pertanyaan Lainnya