tolong tuliskan cerita legenda keong mas tapi yang singkat aja minimal setengah halaman lah...tolong ya
Pertanyaan
2 Jawaban
-
1. Jawaban tasyaarinda
Sinopsis : cerita singkat dari cerita rakyat Timun Mas
Di suatu kampung di Jawa Tengah, hiduplah seorang wanita tua bernama Mbok Srini. Dia hidup sebatang kara karena ia tidak mempunyai anak dan suaminya telah meninggal dunia beberapa tahun silam. Wanita itu sangat mengharapkan dapat memiliki seorang anak, namun apalah daya harapannya itu pupus karena suaminya telah tiada.
Namun suatu hari, ia mendengar kabar bahwa terdapat raksasa buto ijo di belakang lereng gunung yang letaknya tidak jauh dari pedasaan. Raksasa yang disebut buto ijo itu akan mengabulkan permintaan orang namun dengan persyaratan tertentu. Tidak ada seorang pun yang berani mendekati tempat dimana buto ijo itu tinggal karena buto ijo itu sangat jahat.
Pada suatu malam, mbok Srini mengurungkan niatnya untuk pergi ke belakang lereng gunung tempat buto ijo itu tinggal. Dia sangat mengharapkan buto ijo akan mengabulkan harapannya untuk dapat memiliki seorang anak. Sesampainya mbok Srini di gua belakang lereng gunung, muncullah raksasa yang sangat besar berwarna hijau dan menyanyakan maksud kedatangan mbok Srini. Kemudian mbok Srini menjelaskan keinginannya untuk memiliki seorang anak. Dan buto ijo pun akan mengabulkan permintaan mbok Srini dengan syarat apabila kelak anak tersebut berumur 17 tahun harus di serahkan kepadanya sebagai santapan buto ijo. Dan mbok Srini menerima perjanjian tersebut. Setelah itu, buto ijo menyerahkan biji ketimun kepada mbok Srini untuk di tanam dan dirawat.
Sesampainya mbok Srini dirumah, ia langsung menanam biji ketimun tersebut. Setiap hari ia merawat tanaman tersebut sampai tanaman besar dan tumbuh buah mentimun emas. Kemudian dipetiknya buah tersebut dan dibelah, sungguh terkejut mbok Srini ketika melihat seorang bayi perempuan didalam mentimun tersebut. Sungguh bahagia hati mbok Srini, dan ia memberi nama anak tersebut timun mas.
Seiring berjalannya waktu, Timun Mas tumbuh menjadi wanita dewasa yang cantik. Ketika Timun Mas berumur !7 tahun, mbok Srini menceritakan tentang kehadiran Timun Mas beserta buto ijo. Begitu terkejutnya Timun Mas mendengar cerita ibunya (mbok Srini). Timun Mas pun, menanyakan kepada ibunya bagaimana harus menghindari si raksasa buto ijo itu. Mbok Srini tak berdaya hanya bisa menangis.
Beberapa hari kemudian, datanglah seorang kakek tua berjubah putih kerumah mbok Srini dan memberikan bungkusan bekal untuk Timun Mas dalam menghadapi buto ijo. Mbok Srini pun langsung memberikan bekal tersebut kepada Timun Mas dan mengajarinya cara melawan buto ijo.
Beberapa hari kemudian, terdengar suara marah buto ijo dari kejauhan. Mbok Srini menyuruh Timun Mas cepat pergi jauh dari desa untuk menyelamatkan diri. Beberapa waktu kemudian, buto ijo sampai ke rumah mbok Srini untuk menagih janji. Namun Timun Mas tidak berada dirumah mbok Srini lagi, buto ijo pun sangat marah dan mencari Timun Mas.
Timun Mas terus berlari, namun suara buto ijo semakin mendekat. Akhirnya Timun Mas bertemu dengan buto ijo. Buto ijo ingin menyantap Timun Mas, akhirnya Timun Mas mengeluarkan bekal yang di berikan mbok Srini dan bekal-bekal tersebut membuat buto ijo kalah. Salah satu bekal tersebut mengeluarkan lumpur hidup yang besar, buto ijo pun terjerat oleh lumpur hidup tersebut dan menenggelamkannya. Akhirnya Timun Mas berhasil mengalahkan buto ijo dan bisa kembali kerumah dengan selamat -
2. Jawaban syukrirudhat9
Legenda Keong Emas SingkatDahulu kala, ada seorang raja yang sangat arif dan bijaksana. Raja memiliki dua putri. Putri pertama bernama Candra Kirana, dan adiknya bernama Dewi Galuh. Dua putri itu sangat cantik, tetapi memiliki watak yang berbeda. Candra Kirana sangat baik dan tidak sombong sehingga ia sangat dicintai oleh rakyatnya. Sebaliknya, Dew Galuh jahat dan angkuh. Ia sering kali menghina rakyatnya sehingga rakyat tak menyukai Dewi Galuh.
Suatu hari, Raja memanggil Candra Kirana. Raja ingin agar Candra Kirana segera menikah dengan Pangeran lnu Kertapatih. Candra Kirana sangat senang. Ia menerima lamaran Pangeran lnu Kertapatih.Tetapi, Dewi Galuh juga menyukai Pangeran lnu Kertapatih. Ia ingin Pangeran lnu Kertapatih menjadi suaminya.
Dewi Galuh lantas pergi ke rumah penyihir. Ia meminta agar penyihir itu menyihir Candra Kirana menjadi sebuah keong.
Saat sedang asyik main di pantai, Candra Kirana ditemui oleh penyihir. Penyihir itu langsung menyihir Candra Kirana menjadi seekor keong emas. Sungguh sedih hati Candra Kirana.
“Sihir itu hanya akan hilang jika kau menemukan cinta sejatimu,”seru penyihir.
Sementara itu, di sebuah desa, seorang nenek sedang mencari ikan. Saat ia mengambil jaringnya, ia menemukan seekor keong emas. Karena keong itu terlihat sangat cantik, nenek itu pun membawanya pulang.
Keesokan harinya, si nenek kembali mencari ikan. Ia selalu bekerja dari pagi hingga sore, namun kadang-kadang tak mendapatkan uang. Kasihan sekali si nenek.
Saat si Nenek pergi bekerja, keong emas berubah menjadi Candra Kirana. Untuk membalas budi sang nenek, Candra Kirana pun membersihkan rumah nenek itu. Ia juga memasak makanan yang enak untuk si Nenek.
Saat pulang, alangkah terkejutnya si Nenek. Ia mendapati banyak makanan di meja makannya.
“Siapakah yang melakukan ini semua?” ucap si Nenek.
Hari-hari berlalu. Setiap hari, sepulang bekerja, si Nenek selalu mendapati rumahnya sudah bersih dan ada banyak makanan di meja makannya. Ia ingin tahu, siapa yang melakukan itu semua. Maka pada suatu hari, ia pura-pura pergi bekerja. Ia mengintip di balik jendela. Si Nenek melihat keong emas miliknya berubah menjadi seorang gadis cantik. Si Nenek pun langsung masuk ke rumahnya. Candra Kirana kaget, tetapi akhirnya ia menceritakan semuanya kepada si Nenek.
Sementara itu, Pangeran lnu Kertapatih ikut mencari Candra Kirana. Ia mencari sampai ke pelosok desa. Saat sedang kelelahan, ia hendak meminta minum kepada salah satu warga. Ia mendatangi salah satu rumah warga. Dan di sana, olala… Pangeran lnu Kertapatih mendapati Candra Kirana. Seketika kutukan nenek sihir itu pun sirna.
Akhirnya Pangeran lnu Kertapatih membawa Candra Kirana kembali ke istana. Si Nenek yang menolongnya pun dibawa serta. Kemudian, nenek sihir yang menyihir Candra Kirana, serta Dewi Galuh dihukum oleh Raja.
Candra Kirana dan Pangeran Inu Kertapatih pun menikah. Mereka hidup bahagia selamanya.