LANJUTANNYA ”Buyung kan nggak pergi jauh, Bu,” katanya. ”Cuma beberapa kilo saja dari rumah. Kalau Ibu kangen kan bisa nengok Buyung di padepokan sambil bawa pa
B. Indonesia
dhefiugh
Pertanyaan
LANJUTANNYA
”Buyung kan nggak pergi jauh, Bu,” katanya. ”Cuma beberapa kilo saja dari rumah. Kalau Ibu kangen kan bisa nengok Buyung di padepokan sambil bawa panggang ayam kesukaan Buyung,” si bungsu itu tersenyum menghibur ibunya. ”Itung-itung menikmati hari-hari terakhir padepokan, Bu!”
Bapaknya hanya mengangguk saja, membiarkan Buyung dengan pilihannya.
Buyung mengayuhkan sepeda gunungnya ke luar kota. Membelok ke jalan perkampungan. Angin sore yang segar dan bau lumpur membuat dadanya lapang. Dia menyeberangi jembatan irigasi. Kini di atas tanah ayahnya sudah dipancang tiang-tiang beton dan kawat berduri. Untuk mencapai padepokannya, Buyung harus menerobos pagar itu. Ini sangat menyiksa batinnya. Dia merasa sudah kehilangan padepokannya saat ini juga.
”Buyung kan nggak pergi jauh, Bu,” katanya. ”Cuma beberapa kilo saja dari rumah. Kalau Ibu kangen kan bisa nengok Buyung di padepokan sambil bawa panggang ayam kesukaan Buyung,” si bungsu itu tersenyum menghibur ibunya. ”Itung-itung menikmati hari-hari terakhir padepokan, Bu!”
Bapaknya hanya mengangguk saja, membiarkan Buyung dengan pilihannya.
Buyung mengayuhkan sepeda gunungnya ke luar kota. Membelok ke jalan perkampungan. Angin sore yang segar dan bau lumpur membuat dadanya lapang. Dia menyeberangi jembatan irigasi. Kini di atas tanah ayahnya sudah dipancang tiang-tiang beton dan kawat berduri. Untuk mencapai padepokannya, Buyung harus menerobos pagar itu. Ini sangat menyiksa batinnya. Dia merasa sudah kehilangan padepokannya saat ini juga.
1 Jawaban
-
1. Jawaban AmiShoFiBlue
Unsur intrinsik
1. Tema: kehidupan sosial
2. Tokoh dan penokohan
-Buyung = keras kepala/egois, pantang menyerah, berjiwa seni, manja, (namun pada akhirnya) baik hati (karena ikhlas padepokannya akan digusur)
-Ayah = bijaksana, tidak sombong, sabar
-Ibu = penyabar, penyayang, peduli
-Kakak-kakak buyung = kurang peduli, bijak seperti ayah
3. alur maju
4. sudut pandang orang ketiga sebagai pengamat
5. Latar/setting
-Latar tempat: rumah, padepokan
-Latar Waktu: siang hari dan sore hari
-Latar suasana: tegang, mengharukan
6. Majas
-majas ekslamasio: majas yang menggunakan kata seru
"Wah, Bapakku bisa tambah kaya, nanti!"
-majas personifikasi: menempatkan sifat manusia pada benda mati
"Akan dilindasi roda-roda gila kendaraan yang menuju daerah wisata di pantai Anyer."
"Hancur dan remuk jiwanya setelah tahu pasti enam bulan lagi segalanya akan dicakar-cakar oleh buldoser."
7. Amanat
"Sebagai manusia, kita tidak boleh egois dan mementingkan diri sendiri. Segala sesuatu perlu dipertimbangkan dengan sebaik mungkin."
---
Semoga membantu :)
mohon maaf jika ada kesalahan ya...