B. Indonesia

Pertanyaan

piadato tema full day schoo

1 Jawaban

  • Hadirin yang berbahagia

     Proses inti sistem pembelajaran Full Day School diantaranya mencakup:

    Pertama adalah bahwa proses pembelajaran yang berlangsung secara aktif, kreatif, tranformatif sekaligus intensif. Sistem persekolahan dengan pola full day schoolmengindikasikan proses pembelajaran yang aktif dalam artian mengoptimalisasikan seluruh potensi untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal baik dalam pemanfaatan sarana dan prasarana di lembaga dan mewujudkan proses pembelajaran yang kondusif demi pengembangan potensi siswa yang seimbang.
    Kedua, Proses pembelajaran yang dilakukan selama aktif sehari penuh tidak memforsir siswa pada pengkajian, penelaahan yang terlalu menjenuhkan. Akan tetapi, yang difokuskan adalah sistem relaksasinya yang santai dan lepas dari jadwal yang membosankan.

    Penyelenggaraan sistem full day school ini banyak mengandung pro dan kontra dari berbagai akademisi pendidikan. Keberadaannya memiliki manfaat dan mudharat, kelebihan dan juga kelemahan. Kelebihan dari penyelenggaraan full day school ini diantaranya adalah:

     Pertama dalam program full day school ini siswa memperoleh banyak keuntungan secara akademik. Lamanya waktu belajar juga merupakan salah satu dari dimensi pengalaman anak. Sebuah riset mengatakan bahwa siswa akan memporoleh banyak keuntungan secara akademik dan sosial dengan adanya full day school.

    Cryan dan Others dalam risetnya menemukan bahwa dengan adanya full day schoolmenunjukkan anakanak akan lebih banyak belajar daripada bermain, karena adanya waktu terlibat dalam kelas, hal ini mengakibatkan produktifitas anak tinggi, maka juga lebih mungkin dekat dengan guru, siswa juga menunjukkan sikap yang lebih positif, karena tidak ada waktu luang untuk melakukan penyimpangan-penyimpangan karena seharian siswa berada di kelas dan berada dalam pengawasan guru.

     Kedua, Sistem full day school lebih memungkinkan terwujudnya pendidikan utuh. Benyamin S. Blom menyatakan bahwa sasaran (obyectivitas) pendidikan meliputi tiga bidang yakni kognitif, afektif dan psikomotorik. Karena melalui sistem asrama dan pola full day school tendensi ke arah penguatan pada sisi kognitif saja dapat lebih dihindarikan, dalam arti aspek afektif siswa dapat lebih diarahkan demikian juga pada aspek psikomotoriknya.

     Ketiga, Sistem full day school merupakan lembaga yang terbukti efektif dalam mengaplikasikan kemampuan siswa dalam segala hal, seperti aplikasi PAI yang mencakup semua ranah baik kognitif, afektif maupun psikomotorik dan juga kemampuan bahasa asing.

     Dibalik kelebihan atau keunggulan dari program full day school ini, ia pun memiliki beberapa kekurangan. Diantaranya adalah :

     Pertama, Sistem full day school acapkali menimbulkan rasa bosan pada siswa. Sistem pembelajaran dengan pola full day school membutuhkan kesiapan baik fisik, psikologis, maupun intelektual yang bagus. Jadwal kegiatan pembelajaran yang padat dan penerapan sanksi yang konsisten dalam batas tertentu akan meyebabkan siswa menjadi jenuh. Namun bagi mereka yang telah siap, hal tersebut bukan suatu masalah, tetapi justru akan mendatangkan keasyikan tersendiri, oleh karenanya kejelian dan improvisasi pengelolaan dalam hal ini sangat dibutuhkan. Keahlian dalam merancang full day school sehingga tidak membosankan.

    Kedua, Sistem full day school memerlukan perhatian dan kesungguhan manajemen bagi pengelola, agar proses pembelajaran pada lembaga pendidikan yang berpola full day school berlangsung optimal, sangat dibutuhkan perhatian dan curahan pemikiran terlebih dari pengelolaannya, bahkan pengorbanan baik fisik, psikologis, material dan lainnya. Tanpa hal demikian, full day school tidak akan mencapai hasil optimal bahkan boleh jadi hanya sekedar rutinitas yang tanpa makna.

    Hadirin yang berbahagia

    Dibalik setiap kelebihan dan kekurangannya ada beberapa manfaat yang diharapkan dari penerapan full day school ini. Diantaranya adalah bahwa diharapkan peserta didik memperoleh: 1) Pendidikan umum yang antisipatif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; 2) Pendidikan keIslaman (al-Qur’an, Hukum Islam, Aqidah dan wawasan lain) secara layak dan proposional; 3) Pendidikan kepribadian yang antisipatif terhadap perkembangan sosial budaya yang ditandai dengan derasnya arus informasi dan globalisasi; 4) Potensi anak tersalurkan melalui kegiatan-kegiatan ekstra kulikuler; 5) Perkembangan bakat, minat dan kecerdasan anak terantisipasi sejak dini melalui pemantauan psikologis; 6) Pengaruh negatif kegiatan anak di luar sekolah dapat dikurangi seminimal mungkin kerena waktu pendidikan anak di sekolah lebih lama, terencana dan terarah; 7) Anak mendapatkan pelajaran dan bimbingan ibadah praktis (doa-doa keseharian, sholat, mengaji al-Qur’an).

    Barang kali demikianlah yang dapat saya sampaikan, kurang dan lebihnya mohon dimaklumi dan dimaafkan. Billahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh

Pertanyaan Lainnya