Jelaskam perbedaan antara ekonomi syariah dan konvesipnal
Ekonomi
gledhis
Pertanyaan
Jelaskam perbedaan antara ekonomi syariah dan konvesipnal
1 Jawaban
-
1. Jawaban ajibengkulu16
Ilmu Ekonomi Islam Ilmu Ekonomi Konvensional Manusia sosial namun religius Manusia sosial Menangani masalah dengan menentukan prioritas Menangani masalah sesuai dengan keinginan individu Pilihan alternative kebutuhan dituntun dengan nilai Islam Pilihan alternative kebutuhan dituntun oleh kepentingan individu/egois Sistem pertukaran dituntun oleh etika Islami Pertukaran dituntun oleh kekuatan pasar
Berdasarkan tabel diatas dijelaskan bahwasanya dalam ekonomi Islam tidak hanya mempelajari individu sosial tetapi juga bakat religius mereka. Perbedaan timbul berkenaan pilihan dimana ilmu ekonomi Islam dikendalikan oleh nilai-nilai dasar Islam sedangkan ekonomi konvensional dikendalikan oleh kepentingan individu.
Saat ini kita membagi sistem ekonomi konvensional menjadi 2 jenis yaitu kapitalisme dan sosialisme. Kapitalisme adalah suatu sistem ekonomi yang secara jelas ditandai oleh berkuasanya uang atau modal yang dimiliki seseorang sedangkan sosialisme adalah suatu sistem ekonomi yang secara jelas ditandai dengan berkuasanya pemerintah dalam kegiatan ekonomi yang menghapus penguasaan faktor-faktor produksi milik pribadi. Adapun perbedaan antara sistem ekonomi kapitalisme dan sosialisme dengan sistem ekonomi islam dapat diterangkan dengan tabel dibawah ini :
Ekonomi Islam Ekonomi Kapitalis Bersumber dari Al-qur’an, As-sunnah, dan ijtihad Bersumber dari pikiran dan pengalaman manusia Berpandangan dunia holistik Berpandangan dunia sekuler Kepemilikan individu terhadap uang/modal bersifat nisbi Kepemilikan individu terhadap modal/uang bersifat mutlak Mekanisme pasar bekerja menurut maslahat Mekanisme pasar dibiarkan bekerja sendiri Kompetisi usaha dikontrol oleh syariat Kompetisi usaha bersifat bebas dan melahirkan monopoli Kesejahteraan bersifat jasmani, rohani, dan akal Kesejahteraan bersifat jasadiah Motif mencari keuntungan diakui lewat cara-cara yang halal Motif mencari keuntungan diakui tanpa ada batasan yang berlaku Pemerintah aktif sebagai pengawas, pengontrol, dan wasit yang adil dalam kegiatan ekonomi Pemerintah sebagai penonton pasif yang netral dalam kegiatan ekonomi Pemberlakuan distribusi pendapatan Tidak dikenal distribusi pendapatan secara merata
Ekonomi Islam Ekonomi Sosialis Bersumber dari Al-qur’an, As-sunnah, dan ijtihad Bersumber dari hasil pikiran manusia filsafat dan pengalaman Berpandangan dunia holistik Berpandangan dunia sekuler ekstrim atau atheis Kepemilikan individu terhadap uang/modal bersifat nisbi Membatasi bahkan menghapuskan kepemilikan individu atas modal Mekanisme pasar bekerja menurut maslahat Perekonomian dijalankan lewat perencanaan pusat oleh negara Kompetisi usaha dikontrol oleh syariat Tidak berlaku mekanisme harga melainkan disesuaikan dengan kegunaan barang bagi masyarakat Kesejahteraan bersifat jasmani, rohani, dan akal Negara berperan sebagai pemilik, pengawas, dan penguasa utama perekonomian Motif mencari keuntungan diakui lewat cara-cara yang halal Tidak mengakui motif mencari keuntungan Pemerintah aktif sebagai pengawas, pengontrol, dan wasit yang adil dalam kegiatan ekonomi Pemerintah mengambil alih semua kegiatan ekonomi Pemberlakuan distribusi pendapatan Menyamakan penghasilan dan pendapatan individu
Berdasarkan tabel diatas, kita dapat melihat perbedaan yang jelas antara ekonomi konvensional adalah sbb :
1. Ekonomi islam mempunyai pedoman/acuan dalam kegiatan ekonomi yang bersumber dari wahyu ilahi maupun pemikiran para mujtahid sedangkan ekonomi konvensional didasarkan kepada pemikir yang didasarkan kepada paradigma pribadi mereka masing-masing sesuai dengan keinginannya, dalam ekonomi konvensional menilai bahwa agama termasuk hukum syariah tidak ada hubungannya dengan kegiatan ekonomi.
2. Dalam ekonomi islam negara berperan sebagai wasit yang adil, maksudnya pada saat tertentu negara dapat melakukan intervensi dalam perekonomian dan adakalanya pun tidak diperbolehkan untuk ikut campur, contohnya pada saat harga-harga naik, apabila harga naik disebabkan karena ada oknum yang melakukan rekayasa pasar maka pemerintah wajib melakukan intervensi sedangkan apabila harga naik karena alamiah maka pemerintah tidak boleh ikut campur dalam menetapkan harga, seperti yang diriwayatkan dalam hadits Nabi terkait kenaikan harga. Dalam ekonomi konvensional, kapitalis tidak mengakui peran pemerintah dalam perekonomian, dalam sosialis negara berperan absolut dalam ekonomi sehingga tidak terdapat keseimbangan antara kedua sistem tersebut.
3. Dalam ekonomi islam mengakui motif mencari keuntungan tetapi dengan cara-cara yang halal, dalam ekonomi kapitalis mengakui motif mencari keuntungan tetapi tidak ada batasan tertentu sehingga sangat bebas sesuai yang dilandasi dengan syahwat spekulasi dan spirit rakus para pelaku ekonomi, dalam ekonomi kapitalis tidak mengakui motif mencari keuntungan sama sekali sehingga keduanya tidak dapat berlaku adil dalam ekonomi.