cerita rakyat yang mengunakan bahasa inggris dan terjemahannya
B. inggris
Brili3731
Pertanyaan
cerita rakyat yang mengunakan bahasa inggris dan terjemahannya
1 Jawaban
-
1. Jawaban virginianasution
Kutai Kingdom is a hindu kingdom located in the upper reaches of Mahakam River, East Kalimantan. The main news source of this kingdom is 7 pieces of slate called yupa. The inscription is written in Sanskrit Pallawa, presumably in AD 400 (5th century CE). On one of the inscriptions mentioned, King Kutai who ruled was Mulawarman, Aswawarman's son, grandson of Kudungga. Based on Prof.'s analysis Dr. Purbacaraka, Kudungga is the original name of Indonesia. Thus, when Kudungga ruled, it was suspected that cultural influences from India had not yet come. However, by the time Aswawarman began to rule apparently Hindu influence began to come. Evident in one of the inscriptions found, Aswawarman called Wangsakarta which is the Sanskrit language of India. Wangsakarta means the forming of the family. The ancient heritage of Kutai Kingdom written in Pallawa and Sanskrit gives a hint that there are some Kutai inhabitants living in an Indian civilization. Sanskrit is not the language of ordinary folk, but is commonly used by brahmins. The possibility of Kutai in Sanskrit is used by brahmins. Thus, brahmans may also have been a particular group of people in Kutai. Another group of people emerging from the influence of Indian culture is a group of knights. In Kutai, a group of knights consists of relatives of Mulawarman or limited to people closely related to the king. Communities outside the brahmin and knight groups are still living in the original atmosphere and traditions of Kutai ancestors. There is not much information about the economic activities of the people in the Kingdom of Kutai. However, it is estimated that they live from crops and livestock. The likelihood of living from agricultural products is based on the location of the Kutai Kingdom also inland of Kalimatan and near the flow of the Mahakam River. Livestock life is also a mainstay of their lives given the frequent kings held a sacrifice ceremony. For example, the king once awarded 20,000 head of cattle to the brahmins. In the Kingdom of Kutai is often also performed Asmawedha ceremony or upacarapelepasan horse to determine the boundaries of the kingdom.
terjemahan =
Kerajaan Kutai merupakan kerajaan hindu yang terletak di hulu Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.Sumber berita utama dari kerajaan ini yaitu7 buah batu tulis yang disebut yupa.Prasasti ditulis dengan huruf Pallawa berbahasa Sanskerta, diperkirakan pada tahun 400 M (abad ke-5 M).Pada salah satu prasasti yang ditemukandisebutkan bahwa Raja Kutai yang memerintah adalah Mulawarman, anak Aswawarman, cucu Kudungga.Berdasarkan analisis Prof.Dr.Purbacaraka, Kudungga adalah nama asli Indonesia.Dengan demikian, pada saat Kudungga memerintah, diduga pengaruh kebudayaan dari India belum datang.Namun, pada saat Aswawarman mulai memerintah tampaknya pengaruh Hindu mulai datang.Terbukti pada salah satu prasasti yang ditemukan, Aswawarman disebut Wangsakarta yang merupakan bahasa Sanskerta dari India.Wangsakarta berarti pembentuk keluarga.Prasasti peninggalan Kerajaan Kutai yang ditulis menggunakan huruf Pallawa dan dalam bahasa Sanskerta memberi petunjuk bahwa ada sebagian penduduk Kutai yang hidup dalam suasana peradaban India.Bahasa Sanskerta bukanlah bahasa rakyat biasa, tetapi biasa digunakan oleh para brahmana.Kemungkinan di Kutai pun bahasa Sanskerta digunakan oleh para brahmana.Dengan demikian, para brahmana kemungkinan juga telah menjadi kelompok masyarakat tertentu di Kutai.Kelompok masyarakat lain yang muncul akibat pengaruh kebudayaan India adalah kelompok ksatria.Di Kutai, kelompok ksatria terdiri atas kerabat Mulawarman atau terbatas pada orang-orang yang erat hubungannya dengan raja.Masyarakat di luar kelompok brahmana dan ksatria masih hidup dalam suasana dan tradisi asli nenek moyang masyarakat Kutai.Tidak begitu banyak keterangan yang didapat mengenai kegiatan ekonomi masyarakat di Kerajaan Kutai.Namun, diperkirakan mereka hidup dari hasil pertanian dan peternakan.Kemungkinan hidup dari hasil pertanian didasarkan pada letak Kerajaan Kutai juga beradadi pedalaman Kalimatan dan dekat aliran Sungai Mahakam.Kehidupan peternakan juga menjadi andalan hidup mereka mengingat seringnya raja mengadakan upacara persembahan.Misalnya, raja pernah menghadiahkan 20.000 ekor sapi kepada para brahmana.Di Kerajaan Kutai sering juga dilakukan upacara Asmawedha atau upacarapelepasan kuda untuk menentukan batas-batas wilayah kerajaan.